Pengertian dan Jenis Jenis Anemia Beserta Obat dan Gejalanya ( Makalah)

Pengertian dan Jenis Anemia makalah
Pengertian dan Jenis Anemia makalah

 

A. Pengertian dan Jenis Jenis Anemia Beserta Obat dan Gejalanya ( Makalah)

Pengertian dan Jenis Anemia : Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah hematokrit, hemoglobin dan eritrosit menurun dibawah normal ,bisa dikarenakan inflamasi kronik atau produksi sel darah merah  terganggu.Seperti halnya penyakit lainnya anemia dapat berupa:

  • Kongenital atau yang didapat
  • Akut atau kronik
  • Tidak berbahaya atau berbahaya menyangkut kehidupan,
  • Berat atau ganas

Sintesa hemoglobin dan diferensiasi dan proliferasi sel darah merah adalah merupakan suatu permasalahan yang sangat kompleks, banyak faktor-faktor yng mempengaruhi untuk mendapatkan eritrosituntuk dapat berfungsi dengan baik.

Pengertian dan Jenis Anemia makalah

B  Macam-macam anemia :

1.  Anemia defisiensi Fe

Pengertian dan Jenis Anemia makalah :  Anemia defisiensi Fe adalah anemia defisiensi besi akibat kekurangan besi diawali oleh deplesi besi kemudian defisiensi besi dan akhirnya baru terjadi anemia defisiensi besi. Deplesi besi merupakan permulaan kekurangan besi dimana cadangan besi didalam tubuh berkurang atau tidak ada, tapi besi di dalam plasma masih normal dan hemoglobin dan hematokrit juga masih normal. Defisiensi besi tanpa anemia yaitu selain cadangan besi juga besi dalam plasma sudah berkurang, tapi hemoglobin masih normal.  Penyebabnya adalah karena perdarahan kronik, gangguan absorbsi, diet yang kurang dan kebutuhan Fe yang meningkat.

Anemia kelebihan Fe dibagi menjadi dua macam :

  • Anemia Sideroblastik Merupakan suatu sindrom yang terdiri dari anemia hipokrom,mikrositer disertai adanya cincin sideroblas dalam sumsum tulang. Cincin sideroblas adalah eritroblas yang mengandung ion-ion besi yang terletak dalam mitokondria. Sering Kadar Hb antara 6 –7 g/dl. Pada anemia sideroblas cenderung /potensi terjadi leukemia & sering dijumpai leukemia akut. Belum diketahui dengan jelas apa penyebabnya ,diduga kelainan sintesis heme, walaupun sintesis globin normal, persediaan besi cukup akan tetapi eritrosit berbentuk hipokrom mekrositer. Diduga pula bahwa pada keadaan besi berlebihan dapat terjadi gangguan metabolisme besi.
  • Anemia Megaloblastik Sekelompok anemia yang ditandai oleh adanya eritroblas yang besar ini terjadi akibat gangguan maturasi inti sel. Inti sel ini disebut megaloblas.Dan eritrosit muda masuk ke sirkulasi darah. Penyebabnya Anemia Megaloblastik adalah defisiensi Vit B 12, Asam Folat atau gangguan metabolisme Vit B 12,  gangguan sintesa DNA (karena kongenital dan obat atau sitostatika tertentu), ada yang disebabkan oleh anemia pernisiosa.

2. Anemia Aplastik

Penyakit ini terjadi akibat :

  1. Jumlah sel induk normal
  2. Kelainan sel induk berupa gangguan pembelahan dan diferensiasi
  3. Hambatan sel induk secara humoral atau selular
  4. Gangguan lingkungan mikro
  5. Tidak adanya kofaktor-kofaktor hemopoetik humeral atau seluler

 

baca juga

Cara Memperlancar Haid dengan Pijat Akupresur Untuk Terlamabat Datang Bulan

 

Selain itu, penyebab dari anemia aplastik adalah sebagai berikut :

  1. Faktor genetik (anemia Fanconi, diskeratosis bawaan, anemia aplastik bawaan, dan sindrom aplastik parsial (sindrom Blackfand-Diamond ,trombositopenia bawaan, agranulositosis bawaan).
  2. Obat-obatan (terjadi atas dasar hipersensitivitas atau dosis obat berlebihan )
  3. Infeksi penyebab anemia Aplastik sementara (al. mononukleosis infeksiosa, tuberkulosis, influenza, bru
  4. Kelainan imunologik (pada transplantasi sumsum tulang).
  5. Anemia aplastik pada keadaan penyakit lain: Leukemia akut, hemoglobinuria nokturnal paroksimal,kehamilan.
  6. Kelompok idiopatik.

3. Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah sejenis anemia kongenital dimana banyak sel darah merah berbentuk menyerupai sabit. Anemia sel sabit disebut juga anemia drepanositik, atau meniskositosis.

Patogenesis

Adanya HbS mempengaruhi membran eritrosit dan menyebabkan kelainan eritrosit, yakni dehidrasi karena kehilangan air dan garam, akumulasi Ca ++. Belum diketahui dengan jelas apa kelainan dasar pembentukan sel sabit ,yang kadang kala bentuk sabit yang ireversible. Bentuk sel sabit terjadi pada tekanan oksigen yang rendah dan terutama pada pH rendah, Hb S kurang melarut pada bentuk deoxygenated sehingga viskositas darah naik dan mengakibatkan statis serta obstruksi aliran darah dalam sistem kapiler, arteriole terminal dan pembuluh darah.

Pengertian dan Jenis Anemia makalah

Sickling lokal, oklusi vaskular dan edema perivaskular menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan organ yang tersangkut. Kebanyakan kasus anemia sel sabit disertai anemia berat, namun anemia bukan merupakan masalah utama. Karena suplai oksigen ke jaringan tetap baik.  Hb menurun 6 – 9 g/dl dan jumlah eritrosit antara 2 –3 juta /ul, sering dijumpai sel normoblas dalam darah tepi. Jumlah leukosit meninggi dan dapat mencapai 25.000/ul. Jumlah trombosit dapat meninggi. Sumsum tulang tetap hiperplastik dengan banyak normoblas.

 

Kebanyakan anemia sel sabit disertai anemia yang agak berat. Namun pada umumnya anemia tidak merupakan masalah utama karena suplai oksigen kejaringan tetap baik. Infeksi sering terjadi dan bisa fatal pada masa anak-anak. Pada orang dewasa menurunnya faal paru dan ginjal dapat berlangsung progresif. Kolelitiasis sering dijumpai dan infark ,tulang nekrosis, aseptik pakut fermoralis, osteomielitis (infeksi salmonella), hematuria berat sering berulang-ulang.

Pada penyakit Hb S – talasemia beta : Hb A2 > 3 %, kadar HbS tinggi, sedangkan Hb Amenurun atau tidak ada dan peninggian HbF berbeda-beda.gejala lebih ringan dari selsabit homosigot Kombinasi sel sabit dan talasemia alfa (delesi) didapatkan penurunan konsentrasi MCHC dan kadar Hb F yang meninggi. Penurunan kadar HbS intra-eritrositer dan peninggian kadar HbFserta adanya talasemia alfa mengurangi beratnya anemia hemilitik pada anemia sel sabit.

 

  1. Anemia Akibat Kanker

Penderita kanker stadium lanjut sering menderita komplikasi anemia. Anemia umumnya timbul akibat progresifitas penyakit kankernya sendiri maupun kemoterapi, radioterapi dll, yang dapat memperburuk kondisi penderita secara cepat. Anemia kronik pada penyakit kanker disebabkan oleh beberapa mekanisme patofisiologik. Patogenesis anemia karena kanker adalah multifaktorir. Dan sulit di identifikasi satu faktor penyebab saja. Terjadinya interaksi antara sel-sel tumor dan sistem imun yang mana akan mengaktifkan makrofag dan memicu pelepasan berbagai sitokin.

Aktivasi ini menyebabkan terjadinya peningkatan kadar sitokin inflamasi seperti: interferon G,  interleukin -1, faktor nekrosis tumor (TNF). Sitokin-sitokin ini diproduksi oleh makrofag dan sel retikuloendotelial lainya ( TNF & INF b diproduksi di stroma sumsum tulang). Sitokin-sitokin ini mempunyai pengaruh negatif terhadap prekursor eritroid di sumsum tulang yaitu: menyebabkan kaheksia, anemia dan inflamasi. Dan juga menurunkan produksi dan sensitivitas Epo terhadap keadaan anemia.

Baca Juga


4 Manfaat Daun Binahong dan Efek Sampingnya

Penghambatan diferensiasi prekursor eritroid oleh sebagian besar sitokin inflamasi,mengakibatkan menurunnya jumlah sel progenitor eritroid menyebabkan supresi eritropoesis, stimulasi produksi eritropoetin (EPO) menurun dan mengakibatkan kegagalan penggunaan besi. Faktor-faktor ini diperkirakan merupakan penyebab utama terjadinya anemia kronik & mungkin masih ada faktor lain sebagai pemicu yang belum diketahui dengan pasti. Dan hal ini pula yang menyebabkan usia sel darah merah memendek pada anemia penderita kanker. Ciri khas anemia akibat kanker antara lain : Anemia ringan sampai berat , anemia normositik , normokrom atau hipokrom, kadar besi serum (serum iron) rendah, kadar feritin serum meningkat, kadar transferin total menurun, prosentase saturasi transferin normal.

Stimulasi sistem imun karena keganasan mengakibatkan peningkatan sitokin-sitokin inflamasi yaitu IL-1 yang akan merangsang leukosit melepaskan protein apolaktoferin yang memiliki afinitas yang kuat mengikat besi dibandingkan dengan apotransferin, keduanya saling berkompetisi untuk mengikat besi. Apotransferin adalah protein pengangkut besi dan dapat mengikat makrofag pada keadaan normal dalam retikuloendotelial. Meskipun besi disimpan dalam bentuk hemosiderin dan feritin, dan besi yang dilepaskan dari eritrosit yang hancur dalam keadaan normal akan diambil oleh apotransferin yang akan membentuk transferin yang kemudian masuk ke dalam prekursor eritroid (reseptor transferin) di sumsum tulang.

Besi dalam transferin ini digunakan untuk sintesa hemoglobin (Hb). Sedangkan apolaktoferin mengikat besi secara kuat membentuk laktoferin. Laktoferin ini tidak dapat membawa besi ke sumsum tulang, tapi terperangkap didalam makrofag yang dengan sendirinya tidak dapat digunakan untuk pembentukan eritrosit. Hal ini yang menyebabkan rendahnya suplai besi dan penurunan reseptor transferin pada progenitor eritroid untuk eritropoiesis pada penderita anemia kanker kronik.

Pengertian dan Jenis Anemia makalah

sumber: evan.com

Penderita kanker stadium lanjut sering menderita komplikasi anemia. Baik di akibatkan oleh progresifitas penyakit kankernya sendiri maupun kemoterapi, radioterapi, yang dapat memperburuk kondisi penderita secara cepat. Keadaan ini akan mengganggu pengobatan definitif. Koreksi anemia akan memperbaiki kualitas hidup dan memperbaiki prognosis. Sehingga pengobatan kemoterapi maupun radioterapi dapat diberikan sesuai program, tentunya dapat menunjang keberhasilan kemoterapi/radioterapi.

Pengelolaan anemia berat pada penderita kanker dengan Transfusi darah dapat mengatasi anemia dengan cepat dan efektif, hanya saja banyak hal yang perlu dipertimbangkan, kecuali jika sudah tidak ada lagi alternatif lain. Karena masih mengandung resiko, walaupun telah diuji saring.  Terapi dengan r-HuEpo sesuai dosis anjuran dapat memperbaiki /mengoreksi anemia, dengan tanpa resiko efek samping, dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Tinggalkan komentar