KITA PERNAH MENANG DAN SEKARANG KITA KALAH UNGKAPAN BY BossMan Mardigu Wp

 

KITA PERNAH MENANG DAN SEKARANG KITA KALAH

Ketika seorang pejabat bertanya kepada saya kemarin, siapa sebaiknya di ganti menterinya pak jokowi dalam resuflle agustus ini maka jawaban saya mudah mudahan no hard feeling bagi pribadi yang mendengarkannya.

Bener deh, kalau baperan anda sebaiknya jangan jadi 2 hal, satu jadi pebisnis atau dua jadi pejabat. Kalau pebisnis baperan, pasti mitra dan pegawainya jadi emosian. Kalau pejabat baperan, ambyar kelola pemerintahannya.

Jadi ketika saya di tanya siapa sebaiknya di ganti ? maka walaupun dia mungkin di katakan “perform” namun saya memiliki jawaban yang bisa membuat kuping panas. Karena mereka tidak FIT buat peristiwa kedepan yang akan terjadi di negara ini.

Sebaiknya yang di ganti adalah ….dua orang wanita di kabinet ini. mengapa? Karena kita sudah dalam keadaan perang. Kita semua tahu, sejak 2018 dunia masuk kategori WARTIME namun bernegara hingga saat ini tidak juga menyalakan war alarm nya.

Karena? Karena wanita memang tidak punya indera ke 6 dalam memahami perang.

Jadi ada dua menteri wanita yang menurut saya pribadi ini loh ya, tidak cocok untuk masa perang ini adalah menteri luar negeri dan menteri keuangan.

baca juga Cara Membuat Disinfektan Corona Virus (COVID-19) Sendiri di Rumah

No hard feeling loh, please. Ini masalah berbangsa.

tonton youtube mardigu

Kandidat mentri yang paling relevan menurut mardigu

Sebaiknya di gantikan dengan pria yang berpengalaman dan saya secara pribadi tidak mengenal secara dalam mereka namun rekam jejak mereka membuktikan saat ini masa yang tepat untuk mereka masuk.

Pertama pak sudrajat may jen purnawirawan dimana beliau pernah menjadi calon gubernur jawa barat, beliau pernah menjadi dubes china cukup lama sehingga mengenal dengan baik “what is inside china” , juga pernah lama menjadi atase pertahanan di amerika dan inggris.

3 negara ini saat ini pemain utama perang dagang dan perang perang lainya yang mereka lakukan seperti bilogical warfare, dan currency warfare. Kehadiran orang yang faham diplomasi tingkat tinggi ini penting. Beliau menurut saya sangat pantas!

Kedua menggantikan ibu yang telah berprestasi hingga saat ini, namun ke depan menurut saya seorang dosen senior yang saat ini mengajar di cornell university bapak Iwan Jaya Aziz ada baiknya menggantikan posisi ibu menteri sekarang.

Prinsip ekonominya lebih pas di dalam menghadapi masa sulit di tahun hadapan. Pendekatan moneter dan fiscal beliau lebih alami di tahun kedepan. Efek resesi, efek inflasi yang akan terjadi di semester 2 tahun ini dan awal tahun depan pak presiden Jokowi memerlukan pemikiran out of the box dari orang baru.

Baik, ada lagi hal yang penting kita ingin menginformasikan apa yang akan terjadi.

Memahami data dari amerika yang hampir semua gugus tugas covid berakhir setelah pilpres di amerika maka bisa di pastikan satu hal.

Berita tentang covid, informasi dan apapun berhubungan dengan covid sejak setelah hari pemilihan presiden amerika AKAN HILANG!!!

Kita semua mendadak hening tak mendengar apapun tentang covid. Bukan covidnya hilang secara harfiah tetapi hilang beritanya dari berita main stream dunia. Dimana kita tahu semua berita dunia itu berita mainstream di kendalikan globalis cabal semua.

Kalau anda mendengar berita buruk amerika pasti dari media globalis cabal, kalau anda mendengar Trump positif pasti dari foxnews dan media nasionalis amerika.

Terlepas Trump menang atau kalah, berita covid hilang. Artinya? Covid adalah BUKAN HEALTH ISSUE tetapi covid 19 adalah POLITICAL TOOL!!!!

Saya teringat kata kata mantan menteri kesehatan ibu siti fadilah yang saya anggap THE FORGOTTEN HERO, pahlawan memenangkan perang biologi SARS di indonesia.

Dia pernah mengatakan, SAYA SEKARANG KALAH TETAPI DULU SAYA PERNAH MENANG. SAYA MEMENANGKAN PERANG MELAWAN VIRUS BUKAN DENGAN VACCINE TETAPI DENGAN POLITIK.

Dan bagi saya, beliau benar!!! Beliau pahlawan, jasanya besar. Sars tidak menyebar seperti covid saat ini, karena strategi geopolitik. Harusnya beliau lah di pakai sebagai garda terdepan melawan covid, bukan hanya membuatnya menangis di dalam penjara menyaksikan bangsanya menderita tanpa bisa membantu apa – apa

Tinggalkan komentar