Gizi Untuk Tumbuh Kembang Anak Balita

GIZI PADA MASA BALITA

masalah yang sering di jumpai dalam masa pertumbuhan adalah Gizi Tumbuh Kembang Anak Balita ada macam macam gejala adn dampak dari kekurangan gizi pada balita untuk mengetahuinya mari kita bahas dalam artikel berikut ini

Tumbuh Kembang Anak

  • Mulai satu tahun laju pertumbuhan mulai melambat.
  • Usia 6 bulan 2 kali BB lahir
  • Usia satu tahun BB 3 berat lahir
  • Usia 2 tahun BB 4 kali lahir
    Usia satu tahun PB bertambah 50%, usia 4 th PB 2 kali panjang lahir
  • Usia 9-10 tahun, bb bertambah 2 -3 kg, sedangkan TB badan sampai pubertas bertambah 6-8 cm per tahun
  • Pertumbuhan yang lambat sejalan dengan nafsu makan dan masukan makanan yang juga semakin berkurang
  • Proporsi tubuh mengalami perubahan, (kepala dan pertumbuhan badan)

Gizi Tumbuh Kembang Anak Balita

Keperluan Zat Gizi

  • Pe keperluan zat gizi untuk pertumbuhan tulang, gigi, otot, darah dll.
  • Keperluan energi ditentukan besarnya metabolisme basal, aktifitas tubuh, dan laju pertumbuhan.
  • Energi 50-60% KH, lemak 25-35%, protein 10-15%.
  • Keperluan protein bayi 3-4 gr/kgbb, energi 100-110 kal/kbbb
  • Mineral dan vitamin diperlukan cukup
  • Usia 1-3 tahun resiko anemia defisiensi meningkat,
  • Kalsium dan pospor perlu untuk tulang diperlukan juga protein, vit D
  • Vitamin D diperlukan untuk absorsi dan deposisi kalsium dalam tulang, vit D – sinar matahari
    Seng penting untuk pertumbuhan gangguan pertum buhan, anoreksia, gangguan pengecapan, dan luka yang sulit sembuh. Sumber utama seng adalah daging dan ikan laut.
  • Ketika lahir, bayi tdk cukup bekal vitamin A dan K, Fe cepat menusut
  • Usus neonatus belum ada flora sampai ASI I. Flora usus dpt sintesa vit B kompleks dan vitamin K
  • Prosedur standar suntik depot vitamin K???
  • Pada neonatus, enzim mencernakan lemak belum maksimal  susu bayi ???
  • Suplementasi vitamin dan mineral? Di Amerika Serikat suplementasi hanya untuk fluor, sedangkan laninnya tidak diperlukan., kecuali anak yang berisiko. Anak yang berisiko yang memerlukan adalah : anak dari golongan sekonomi sosial kurang, anak dengan anoreksia, kebiasaan makan yang kurang baik, serta vegetarian yang tidak makan daging, susu atau hasil olahannya.
  • Susunan ASI setiap 100 ml

sumber : katadata.com

1. KEPERLUAN ZAT GIZI MASA BALITA (ANAK)
a. Karakteristik Balita

  • Pertumbuhan dan perkembangan berjalan terus dengan mantap tetapi tidak secepat waktu bayi
  • Mempunyai aktifitas yang sangat tinggi
  • Merupakan konsumen aktif
  • Sudah mulai percaya diri
  • Sudah mengenal jenis-jenis makanan
  • Lebih seirng makan jajanan yang kandungan zat gizinya lebih bayak berupa karbohidrat
  • Pengaruh dari media massa (TV, radio)
  • Jenis jajanan yang dipilih sangat tergantung dari apa yang tersedia dan mayoritas pilihan teman

b. Kebutuhan Zat GiziBayi :

Kebutuhan akan zat gizi masa bayi dapat dipenuhi langsung dari ASI selama 6 bulan. Setelah 6 bulan bayi sudah mulai diberikan makanan tambahan dengan thap-tahap pemberian sesuai dengan kemampuan fisiologis pencernaan bayi. Kebuutuhan akan zat gizi.

a. Energi mulai lahir samapi dengan 1 tahun 100 kkal per kg BB/hr – 120 kkal/kg BB/hr
– pada usia 0 – 6 bulan : 117 kkal/kg BB/hr
– pada usia 7 – 9 bulan : 108 kkal/kg BB/hr

b. Protein
– Pada usia 0 – 6 bulan : 2,2 gr/kg BB/hr
– Pada usia 7 – 9 bulan : 2 gr/kg BB/hr

Total kebutuhan protein bayi sebaiknya tidak lebih dari 20% dari total kalori, sebab jika kelebihan dalam mengkonsumsi dapat megganggu fungsi ginjal pada bayi (bekerja lebih berat)

c. Lemak; sebaiknya diberikan tidak lebih dari 20 – 50% total kebutuhan energi. Lemak diperlukan untuk cadangan energi dan berperan dalam penyerapan vitamin larut dalam lemak. Jenis lemak esensial berupa asam LINOLEIC banyak terdapat dalam ASI dan susu sapi, jika kekurangan zat tersebut diatas dapat menghambat perkembangan otak bayi, kulit menjadi kasar / bersisik

d. Karbohidrat; 70% dari total energi terdapat dalam ASI sedangkan dalam susu sapi 29%, untuk susu formula sekitar 42%. Karbohidrat esensial adalah LAKTOSA yang banyak terdapat dalam ASI. Berperan dalam penyerapan kalsium, pertumbuhan lactobacilus bifidus di usus, yang berfungsi untuk mencegah infeksi pada saluran pencernaan/usus

e. Mineral; sampai usia dengan 6 bulan keseluruhan zat gizi dapat terpenuhi dari pemberian ASI. Setelah 6 bulan diperlukan makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk memenuhi kebutuhan zat gizi lainnya. Mineral yang dibutuhkan selain diperoleh dari ASI diantaranya; besi (Fe), florida

f. Vitamin; umumnya telah terpenuhi dari ASI namun ada beberapa vitamin diantaranya; vitamin D memerlukan tambahan kurang lebih 400 IU/hari. Ini tidak menjadi masalah jika bayi tinggal didaerah yang banyak sinar mataharinya. Vitamin K, vitamin C dan vitamin lainnya dapat diperoleh dari makanan tambahan yang diberikan

 

Baca Juga

Pengertian Gizi dan Istilnya dalam Dunia Kesehatan

c. Jenis-jenis Makanan Pendamping ASI

MP-ASI yang ada di masyarakat diantaranya sari buah, pisang dilumatkan, bubur tepung (beras), nasi tim, dan yang berupa instan diantaranya sun, milna, bebalac, promina dll

MP-ASI dari program pemerintah diantaranya MP-ASI dengan tiga rasa (vanila, pisang) dulu vitadele

MP-ASI lokal, jenis ini yang sebenarnya ingin dikembangkan namun sampai sekarang belum berjalan dengan baik. Adapun jenis MP-ASI lokal yang dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan daerah (bahan lokal yang ada) diantaranya bahan makanan campuran (BMC) diantaranya terdiri dari tepung beras merah, tepung kedele, tepung tempe (kacang-kacangan) dan hasil olahan bahan tersebut diatas dapat ditambahkan sesuai kemampuan masing-masing ibu balita.

d. Kebutuhan Zat Gizi Balita

Ada beberapa acuan yang dapat kita gunakan didalam menentukan kebutuhan akan zat gizi dari anak batita diantaranya :

1. Berdasarkan RDA FAO/WHO 1985 dapat dilihat tabel berikut :
Umur Energi (kkal/kg/BB/hr) Protein (gr/kgBB/hr)
1 – 2 tahun 105 1,5
2 – 3 tahun 100 1,2
3 – 5 tahun 95 1,1

2. Dengan cara lainnya menggunakan rumus :
1000 kkal + 100n = umur dalam tahun

Ada beberapa acuan yang dapat kita gunakan didalam menentukan kebutuhan akan zat gizi dari anak batita diantaranya :

3. Berdasarkan RDA FAO/WHO 1985 dapat dilihat tabel berikut :
Umur Energi (kkal/kg/BB/hr) Protein (gr/kgBB/hr)
1 – 2 tahun 105 1,5
2 – 3 tahun 100 1,2
3 – 5 tahun 95 1,1

4. Dengan cara lainnya menggunakan rumus :
1000 kkal + 100n = umur dalam tahun
contoh : jika anak umur 3 tahun maka energi yang dibutuhkan sejumlah 1000 + (100×3) = 1000 + 300 = 1300 kalori
Sedangkan untuk kebutuhan proteinnya masih tetap tinggi sekitar 1,5 – 2 gr/kgBB/hr

5. Untuk zat gizi lainnya dapat menggunakan daftar kecukupan gizi yang dianjurkan

e. Syarat Makanan untuk Anak Balita

Dilihat dari karakteristik untuk anak balita maka, sebaiknya dalam pemberian makanan memperhatikan hal-hal dibawah ini :

  1. Diberikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein untuk mengibangi aktifitasnya yang tinggi dan pertumbuhan serta perkembangan
  2. Lemak dan zat gizilainnya diberikan cukup
  3. Konsistensi makanan disesuaikan dengan umur anak
  4. variasi jenis bahan makanan yang lebih banyak, karena sudah bisa memilih makanan (konsumen aktif)
  5. bentuk makanan menarik
  6. Cara pengolahan bervariasi
  7. Tidak terlalu berbumbu
  8. Pemberian makanan hendaknya memiliki jadwal
baca juga

6 Cara Tidur Dalam atau Deep Sleep, Meningkatakan Kualitas Tidur

 

2. Jenis bahan makanan yang dapat diberikan pada anak yaitu :

  • Dari sumber karbohidrat(energi) yaitu : beras, jagung, ubi jalar, ubi kayu, roti, kentang
  • Dari sumber protein : telur, ikan laut/tawar, daging (ayam, sapi, kambing), tahu, tempe, kacang-kacangan, belut, udang, kepiting dll
  • Dari sumber vitamin dan mineral yaitu; buah-buahan dan sayur-sayuran
    Jenis bahan makanan tersebut hendaknya diberikan seimbang dimana setiap kalimakan, makanan tersebut hendaknya diberikan seimbang dimana setiap kali makan, terdapat unsur energi, protein, vitamin dan mineral. Begitu pla dengan jenis jajanan, hendaknya diberikan tidak hanya dari 1 unsur zat gizi saja. Hindari memberikan makanan junk food (jajanan jadi) karena kandungan zat gizinya rata-rata hanya karbohidrat saja

3. Syarat makanan untuk balita

  • jenis bahan makanan beragam
  • Pengolahan bervariasi
  • Bentuk makanan yang menarik
  • Tidak terlalu berbumbu
  • Pemberian makanan hendaknya memiliki jadwal

 

Pola makan

Pertumbuhan tidak lagi cepat, juga asupan makanan. Adanya penurunan laju pertumbuhan dan asupan makanan ini tentunya dinyatakan dalam nafsu makan yang tidak sebaik waktu bayi.

Mulai usia 1 tahun biasanya
– kurang suka minum susu lagi
– Sayuran juga jarang disukai,
– anak mulai suka makan makanan kecil termasuk permen dan kue
– asupan beberapa zat gizi berkurang.

Faktor yang mempengaruhi asupan makanan.

  • kebiasaan makan, rasa suka dan tidak suka terhadap makanan tertentu akan terbawa sampai dewasa, dan seringkali sulit diperbaiki
  • lingkungan keluarga, media massa, teman sebaya dan penyakit.
  • Pengaruh lingkungan keluarga.
  • Anak akan mencontoh dengan segera cara makan orang tua dan saudaranya yang lebih tua.
    Sikap dan perilaku orang tua terhadap makanan sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku anak terhadap makanan
  • Anak balita belum mampu memilih sendiri makanan dengan giz seimbang,
  • Orang tua atau saudaranya yang kebih tua dapat meilihkan makanan dengan nilai gizi yang baik.
  • Suasana makan juga akan sangat mempengaruhi nafsu makan anak
  • Bila suasana makan sangat kaku atau dengan rasa terpaksa, maka waktu makan menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan bagi anak
  • Demikian juga makan secara tergesa-gesa atau terburu-buru waktu juga tidak disukai anak
  • Saat ini banyak ibu yang bekerja. Akibatnya anak tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk urusan makan.
  • Ibu sering tergesa-gesa berangkat kerja, sehingga anak disuapi secara terburu-buru.
  • Pengetahuan ibu yang semakin tinggi akan pentingnya makanan untuk kesehatan dan kecerdasan juga sering kali menyebabkan ibu cemas bila anak tidak mau makan sesuai dengan keinginannya
  • Kesemuanya menyebabkan suasana makan makin tidak disukai bagi anak.
  • Jadwal makan yang terlalu ketat dipraktekkan oleh ibu yang ingin serba ideal juga menambah kesulitan makan bagi anak.
  • Belum lagi kalau anak diserahkan kepada pengasuh yang juga hanya bekerja memberkan rumah tangga, sehingga waktu khusus untuk mengurus makan anak dengan baik dan benar juga tidak tersedia.

Pengaruh media massa.

  • Anak yang berumur sekitar 5 tahun mungkin sudah mulai mengerti apa yang dilihat atau didengar dari radio dan televisi.
  • Kesemuanya akan mempengaruhi rasa suka dan tidak suka terhadap makanan tertentu.
    Pengaruh teman sebaya.
  • Pengaruh teman sebaya penting dengan makin bertambahnya umur anak.
  • Mereka akan saling mempengaruhi termasuk memilih makanan.
  • Hal ini seringkali ditunjukkan dengan menolak makanan secara tiba-tiba, padahal sebelumnya anak tidak mempunyai masalah dengan makanan tersebut.
  • Pengaruh ini tidak terlalu bersifat negatif, karena anak mau mencoba jenis makanan baru yang mungkin bernilai gizi lebih tinggi.
  • Pengaruh penyakit.
  • Penyakit akut maupun kronis dapat menurnkan nafsu makan anak.
  • Apalagi bila anak memerlukan diit khusus, akan menambah masalah pada anak.

Cara Memberikan Makanan

Perkembangan makan.

  • Masa balita ditandai dengan meningkatnya aktifitas.
  • Anak mulai belajar berbagai macam ketrampilan, termasuk ketrampilan makan.
  • Usia 1 tahun, ia mulai belajar makan dengan menggunakan jari, dan minum dengan cangkir.
  • Usia sekitar 2 tahun anak mulai dapat memegang cangkir dengan satu tangan dan makan dengan menggunakan sendok,
  • Usia 6 tahun pada umumnya anak sudah dapat makan sendiri.

Nafsu makan.

  • Usia balita ditandai – berkurangnya laju pertumbuhan dan nafsu makan
  • Orang tua sering kali mengeluhkan hal ini.
  • Anak mulai tertarik kejadian disekelinlingnya, sehingga perhatian terhadap makanan seringkali berkurang.
  • Anak mulai menolak makan atau jenis makanan tertentu, dan mulai minta jenis makanan tertentu pula.
  • Orang tua kadang cemas, karena makanan anak dianggap tidak tidak bergizi sehingga memaksa anak untuk makan sesuai dengan kehendak orang tua. Padahal memaksa anak untuk makan dapat berakibat tidak baik.
  • OT tetap memberikan makanan bergizi, disamping memperhatikan makanan yang disukai anak. Perubahan hendaklah jangan terlalu mendadak tetapi secara bertahap.

Frekuensi makan dan jumlah makanan.

  • Kapasitas lambung dan nafsu makan yang bervariasi, maka pemberian sedikit demi sedikit tetapi lebih sering 4 – 6 kali sehari
  • Peran makanan kecil cukup besar. Makanan kecil atau selingan haruslah yang bergizi

Keadaan yang dapat mempengaruhi nafsu makan.

  • Makanan panas biasanya tidak disukai oleh anak.
  • Anak lebih sering menolak makanan yang baunya tidak disukai dari pada rasanya.
  • Rasa lelah, menurunkan nafsu makan anak,

Makan bersama.

  • Saat ini sudah banyak ditemui TPA / kelompok bermain yang juga menyajikan makan bersama untuk anak.
  • Media seperti ini sering menguntungkan anak, karena anak biasanya dapat makan lebih banyak bersama-sama teman sebayanya.
  • Kecuali itu anak dapat dilatih mengenal makanan baru yang bergizi, disamping diberi tahu tentang masalah kesehatan dan makan sambil bermain.

 

Tinggalkan komentar