Ahooy Geboy Kasepuhan Ciptagelar Adventure Bike Ride 2019

Perjalanan Menuju Ciptagelar

Pada kesempatan kali ini gerbangpaw akan mengajak pembaca jalan jalan dalam acara Ahooy geboy kasepuhan ciptagelar Ride 2019. acara nya para bikers  yang merupakan jambore tahunan untuk berkunjung ke kasepuhan ciptagelar  sukabumi, artikel ini di tulis oleh wartawan senior otomotif Wisnu Gareng Guntoro bagaimana keseruanya mari kita mulai petualangannya cekidot.

Ahooy Geboy Kasepuhan Ciptagelar

Ahooy Geboy Kasepuhan Ciptagelar

Sabtu, 15 Juni 2019 — “Hanya Tuhan yang bisa mengabulkan segala yang kita harapkan hari ini. Mari kita berdo’a.” Lantang suara ‘Wisnu Gareng Guntoro’ terdengar. Sejurus kemudian pria paruh baya berperawakan kecil ini memberi komando kepada puluhan bikers untuk bergerak 27 Km ke arah selatan.

Ya, sejak pagi buta puluhan bikers dengan beragam jenis sepeda motor telah berkumpul di sebuah pelataran parkir gerai fast food di pinggiran Jakarta Selatan. Hari itu mereka ingin menuju sebuah kampung di pegunungan Halimun-Salak, Jawa Barat untuk sebuah acara bertajuk Ahooy Geboy Ciptagelar Adventure Ride 2019 (AGCAR 2019).

Ada yang datang dengan motor-motor trail. Ada pula yang mengendalikan skuter. Bahkan beberapa motor besar tampak di antara kerumunan.

cipta gelar

 

Gareng mengambil posisi terdepan. Lajunya diiringi motor-motor lain. Pagi itu puluhan sepeda motor mengular di sepanjang jalan Raya Parung. Mereka melaju bersama untuk menemui ratusan bikers lain yang telah menanti di Check Point 2 di Simpang Semplak, Bogor.

Sekitar 30 menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.00, kelompok besar bikers dari dua kutub bertemu. Kini jumlah sepeda motor tidak terhitung banyaknya. Nyaris tak ada lagi tempat tersisa untuk parkir di gerai fast food asal Amerika itu. Sementara puluhan lain tersebar di seberang jalan. Tak karuan hadirnya ratusan bikers mengundang perhatian dari pengguna jalan.

cipta gelar

“Ada tiga rute yang bisa dipilih. Silakan teman-teman memilih rute sesuai jenis sepeda motor dan tingkat kemahiran masing-masing. Saya tidak bisa memaksa,” kata Gareng di tengah kerumunan bikers.

Namun Gareng menegaskan agar para bikers memilih rute secara bijaksana. “Saran saya, kecuali motor-motor trail dan adventure, lebih baik teman-teman yang membawa motor lain mengambil rute Grup B atau rute Grup C,” lanjutnya.

cipta gelar

Pola pelaksanaan AGCAR 2019 sebetulnya hampir sama dengan yang telah dihelat tahun sebelumnya. Kegiatan riding bersama yang digagas Serigala Riders ini membagi rute dalam tiga grup.

Grup A dibuat dengan rute melintasi jalan-jalan off-road di pegunungan Halimun-Salak. Grup ini ditekankan untuk para pengguna motor off-road dan adventure dengan tingkat pengendara mahir.

Sementara Grup B dibuat dengan rute melintasi jalan-jalan perkampungan dengan tingkat hambatan yang tidak terlalu sulit. Adapun Grup C dirancang melalui rute-rute umum di jalan-jalan kelas propinsi.

Menurut Gareng pembagian grup tersebut bertujuan agar AGCAR bisa diikuti seluruh bikers dengan sepeda motor jenis apapun. “Acara ini terbuka bagi siapapun yang ingin merasakan sensasi berpetualangan yang sesungguhnya. Kita berusaha meminimalis resiko tanpa harus mengurangi esensi petualangan,” ungkapnya.

cipta gelar

Gareng menambahkan AGCAR tidak seperti touring sepeda motor pada umumnya. Pada acara ini setiap bikers atau kelompok bikers bebas memilih waktu perjalanan dan rute. Karena itu tak sedikit kelompok bikers yang memiliki rute tersendiri di luar rute yang telah digariskan.

“Pokoknya tujuan kita Kasepuhan Ciptagelar. Kalau ingin merasakan kebersamaan, silakan tunggu di titik-titik di sepanjang lintasan Grup A, B, atau C. Apabila ingin sendiripun tak ada yang melarang.”

cipta gelar

Grup A dipimpin Tajull Arifin. Bersamanya ratusan sepeda motor menyusuri jalan-jalan off-road di perkebunan teh Nirmala dan Cikaniki di lereng Halimun-Salak. Uniknya, masih saja ada motor jenis lain di luar jenis off-road dan adventure yang penasaran hingga ikut mencoba rute ini. Padahal jalur Grup A terbilang berbahaya. Terlebih jika basah.

cipta gelar

Sementara itu Gareng menggiring Grup B melalui jalan perkebunan teh di Cianten yang ada di sisi lain dari Gunung Halimun-Salak. Meski tak sedikit terdapat jalan rusak, jalur Cianten sepenuhnya bisa dilalui berbagai jenis kendaraan. Pasalnya, seluruh lintasan telah diaspal dan dibeton. Pun demikian, jalur Cianten menawarkan pemandangan pegunungan dan hutan yang istimewa.

Pada pukul 11.30 Gareng berhasil membawa Grup B masuk ke Check Point 3 di ujung jalan Cikidang Raya di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Selepas istirahat dan makan siang, Gareng kembali menggiring bikers yang ingin masuk Ciptagelar melalui rute Grup C, yaitu jalur Gunung Bongkok.

Seluruh motor-motor besar dan sebagian besar pengguna skuter ikut dalam rombongannya. Meski begitu tak sedikit skuter dan motor sport yang melepaskan diri dari Gareng karena ingin merasakan sensasi off-road rute Grup B, yaitu jalur Kampung Kasepuhan Sinaresmi.

cipta gelar

Praktis tidak ada hambatan berarti yang dialami bikers yang memilih membuntuti Gareng. Meski harus menempuh pintu masuk lebih jauh, namun semua bikers yang melalui Gunung Bongkok merasa terpuaskan.

“Gila, jalurnya hebat banget. Ngeri-ngeri sedap, bro…,” kata biker penunggang Ducati Scrambler. Betul, jalur Gunung Bongkok memang punya tantangan tersendiri yang bisa menciutkan nyali bikers yang tak siap berpetualang.

cipta gelar

Jalur Gunung Bongkok memiliki tanjalan dan turunan terjal di sisi-sisi jurang. Walau permukaan jalannya relatif halus karena telah diaspal dan dibeton, namun masih ada beberapa titik jalan yang krusial. Bahkan jika basah, lintasan Gunung Bongkok juga bisa mencuatkan adrenalin.

cipta gelar

Singkat cerita, di sisi lain, rombongan Grup A yang dipimpin Tajul Arifin baru menembus Check Point 3 mulai pukul 13.00. Tajul pun langsung mengarahkan rombongannya masuk ke jalur Ciptarasa yang terkenal ganas bagi para pemain baru.

Ahooy Geboy Kasepuhan Ciptagelar
Ahooy Geboy Kasepuhan Ciptagelar

Tak sedikit bikers yang terjungkal. Mereka jatuh bangun menghadapi jalan menuju Ciptagelar dari Ciptarasa yang berbatu dan terjal. “Gila, licin! Batunya tidak habis-habis,” ujar seorang biker yang mengaku baru pertama masuk jalur Ciptarasa.

cipta gelar

Cerita nyaris sama dialami bikers Grup B yang merangsek ke Ciptagelar lewat Sinaresmi. Jalur ini juga tidak kalah mematikan bagi para off-roader pemula. Tanjakan terjal dan tanah licin terbukti mampu menjungkalkan beberapa bikers yang kurang memahami teknik bermain adventure.

cipta gelar

Namun seperti tahun lalu, tidak ada bikers yang mengalami luka serius dalam perjalanan ke Ciptagelar. “Jatuh-jatuh dikit biasalah. Kalau tidak jatuh, tidak ada cerita, bro…,” ucap biker penunggang skuter yang terperosok masuk parit.

Kasepuhan Ciptagelar

Rupanya sejak pukul 11.00 rombongan bikers sudah ada yang menembus Ciptagelar. Mereka yang tiba lebih awal adalah yang tidak memulai perjalanan dari dua check point yang diberikan Serigala Rider.

Namun secara keseluruhan rombongan bikers yang memulai perjalanan dari check point 1 mulai masuk ke Ciptagelar pada pukul 15.00. Sedangkan rombongan pertama Grup A finish mulai pukul 16.30.

Sebelum senja berakhir hampir sebagian besar peserta AGCAR 2019 dinyatakan telah masuk ke Kasepuhan Ciptagelar. Menurut Gareng waktu kedatangan bikers sesuai dengan prediksi dan rencana.

Dan yang membuat fantastis, tidak ada bikers yang gagal mencapai Ciptagelar seperti tahun lalu. Perlu diingat, tahun lalu hanya sekitar 200 bikers yang bisa mencapai Kasepuhan. Sementara ratusan lainnya terhenti di Sinaresmi dan Ciptarasa akibat hujan yang membuat lintasan jadi mematikan.

cipta gelar

“Banyak bikers telah belajar dari tahun lalu. Sekarang mereka sudah mengurangi waktu berhenti di perjalanan. Saya menekankan agar mereka menghindari malam di tengah perjalanan. Selain kerap hujan, berjalan malam ke Ciptagelar beresiko tinggi,” ungkap Gareng.

Sulit Menghitung Jumlah Bikers

Tak disangka jumlah bikers yang mencapai Ciptagelar pada tahun ini jumlahnya begitu banyak. Walau sulit dipastikan, namun panitia memperkirakan jumlahnya tak kurang dari 550 bikers. Tapi banyak juga yang berspekulasi jumlahnya mencapai 700-an bikers.

cipta gelar

Memang terasa tidak berlebihan. Jumlah ini bisa ditaksir dari sebaran t-shirt donasi yang dibeli para bikers. Setidaknya, panitia berhasil melepas 400 t-shirt di lokasi. Di luar itu Ahooy Geboy juga menerima banyak laporan dari bikers yang gagal mendapatkan t-shirt eksklusif tersebut.

Hiburan Pecah

Edwin & Jhody, dua pentolan Ahooy Geboy yang datang menggunakan kendaraan 4×4, memberi warna lain di malam itu. Sebuah balai hiburan yang dipersembahkan Kasepuhan untuk bikers dimanfaatkan penuh oleh keduanya untuk menghibur para bikers.

cipta gelar

Dengan gayanya yang kocak Edwin & Jhody melakukan talkshow. Gareng dan Kang Yoyo dari Kasepuhan Ciptagelar juga diajak ‘manggung’. Biduan-biduan cantik asli Ciptagelar tak kurang ikut menghangatkan malam yang sepat diguyur hujan itu.

Jadilah malam minggu di atas gunung bagaikan pasar malam di pinggiran Jakarta. Para riders berkumpul sambil mendengarkan kisah jenaka yang diguyonkan komedian Superbejo tersebut.

Tidur di Rumah-Rumah Penduduk

Ciptagelar memang bukan kampung wisata. Dia adalah kampung budaya yang unik. Di dusun ini setiap orang dipersilakan tidur di manapun, termasuk di rumah-rumah penduduk. Memang ada Imah Gede yang bisa menampung ratusan orang. Tapi di AGCAR 2019 sebagian besar kelompok bikers memilih rumah penduduk untuk bermalam. Katanya, mereka ingin lebih merasakan hidup sebagai orang Ciptagelar. Ok lah!

cipta gelar

Bertemu Pimpinan Kasepuhan

Sebagai penggagas dan pelaksana AGCAR, Gareng mengatakan, telah menamui Abah Ugi untuk melaporkan kedatangan bikers ke Kasepuhan Ciptagelar. Dalam pertemuan adat tersebut Gareng menyampaikan ucapan terimakasih atas diterimanya para bikers di Kasepuhan.

cipta gelar

Hal yang sama juga disampikan Abah Ugi kepada Gareng. Dikatakan, Kasepuhan mengucapkan terimakasih atas kemeriahan yang dihadirkan bikers di Ciptagelar. “Abah senang karena masih banyak orang mau mengenal Ciptagelar. Lebih senang lagi karena para bikers datang Ciptagelar untuk menemui alam dan budaya.

Pada kesempatan tersebut Gareng juga memberikan uang donasi yang terkumpul kepada pimpinan Kasepuhan. “Total dana yang kita serahkan sekitar 20 juta rupiah yang terbagi dalam dua kebutuhan, yaitu untuk pengganti biaya dapur Imah Gede serta penggunaan listrik, dan donasi untuk pembiayaan operasional pemeliharaan hutan Gunung Halimun,” ucap Gareng.

cipta gelar

Gareng menambahkan semoga donasi yang diberikan bikers dapat bermanfaat bagi Kasepuhan. Di sisi lain Gareng juga berharap perjalanan ke Kasepuhan Ciptagelar dapat menambah rasa cinta bikers terhadap kelestarian budaya nasional. #

 

youtube

Sumber

https://www.facebook.com/wisnuguntoro

Posted by Wisnu Gareng Guntoro on Monday, June 17, 2019

Tinggalkan komentar